Renstra I (2005 – 2008)

RENCANA STRATEGIS

SMP NEGERI 13 BANDUNG

TAHUN PELAJARAN 2005 – 2008

I. PENDAHULUAN

1.1.           UMUM

Rencana Strategis  (Renstra) SMP Negeri 13 Bandung disusun dengan maksud menyediakan sebuah dokumen perencanaan yang akan dijadikan acuan dalam penyusunan program dan kegiatan tahunan pendidikan(2005/2006 s.d. 2007/2008)

Renstra SMP Negeri 13 Bandung adalah dokumen perencanaan strategis yang menjabarkan semua permasalahan pendidikan, indikasi-indikasi pencapaian target, dan kegiatan yang dilaksanakan untuk memecahkan permasalan pendidikan  secara terencana dan bertahap melalui  pembiayaan APBS, APBD kota Bandung ataupun APBN (Pusat).

Secara umum Renstra akan menjadi tolok ukur penilaian pertanggungjawaban pada setiap akhir tahun anggaran SMP Negeri 13 Bandung kepada stake holder. Oleh karenanya Renstra SMP Negeri 13 Bandung adalah rencana 4 (empat ) tahunan dari tahun 2005 – 2008 (tahun pelajaran (2005/2006 s.d. 2007/2008) yang menggambarkan visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan program, dan kegiatan pendidikan.

Dengan demikian Renstra disusun melalui proses  secara sistematis, konsisten dan berkelanjutan dari pengambilan keputusan dengan memanfaatkan kondisi, potensi, efisiensi,  dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan, yang pada akhirnya dapat meberikan sikap akuntabilitas kinerja yang bertumpu pada pencapaian  keberhasilan KBM/PBM.

1.2.      TUJUAN DAN SASARAN PENYUSUNAN RENSTRA

1.2.1.     Tujuan

Tujuan disusunnya Renstra ini dimaksudkan untuk mengarahkan seluruh dimensi kebijakan pendidikan di SMP Negeri 13 Bandung, baik internal maupun eksternal, sebagai pedoman dalam :

1.2.1.1. Memudahkan seluruh jajaran SMP Negeri 13 Bandung dalam menentukan prioritas program dan kegiatan tahunan, pendidikan yang akan dibiayai dari APBS secara terpadu, terarah dan teratur.

1.2.1.2. Menggambarkan tentang kondisi pendidikan di SMP Negeri 13 Bandung dan mengarahkan seluruh kegiatan serta tujuan untuk mewujudkan visi dan misi pendidikan di SMP Negeri 13 Bandung.

1.2.1.3. Sebagai pedoman evaluasi bagi jajaran pengelola SMP Negeri 13 Bandung untuk memahami dan menilai arah kebijakan sasaran program-program operasional tahunan pendidikan dalam rentang periode empat tahun (2005 – 2008).

1.2.2.     Sasaran

Renstra ini mempunyai sasaran sebagai berikut :

1.2.2.1. Trumuskannya visi, misi, tujuan dan arah kebijakan pendidikan serta menetapkan fokus bidang kegiatan pengembangan dari tahun 2005 – 2008 sebagai prioritas utama pendidikan.

1.2.2.2.  Terealisasinya program-program pendidikan dengan memperhatikan dan memanfaatkan kondisi, potensi, dan kendala serta faktor-faktor penentu keberhasilan pendidikan.

1.3.      LANDASAN PENYUSUNAN RENSTRA

1.3.1.     Pancasila sebagai landasan ideal

1.3.2.     Undang-Undang dasar 1945 sebagai landasan konstitusional.

1.3.3.     Landasan Operasional

1.3.3.1     Ketetapan MPR No. IV/MPR/1999 tentang GBHN

1.3.3.2     Undang-Undang No.22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah

1.3.3.3     Undang-Undang No. 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah pusat dan Daerah.

1.3.3.4     Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional .

1.3.3.6     Peraturan Pemerintah :

a.   Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar

b.   Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah

c.   Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Propinsi Sebagai Daerah Otonom

e.   Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

1.3.3.7.    Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional :

a. Nomor. 44/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah

b. Nomor 122/U/2001 tentang Rencana Strategis Pembangunan Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Tahun 2000 – 2004

c. Nomor 122/U/2001 tentang

1.3.3.8.    Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor: 20 Tahun 2000 tentang Organisasi  Perangkat Daerah

1.4.     Alur Pikir Penyusunan Renstra

Proses Penyusunan Rencana Strategis SMP Negeri 13 Bandung dikaksanakan dengan mengikuti alur pikir dengan mempertimbangkan hasil analisis lingkungan, strategis terhadap kondisi umum, dan kendala-kendala yang dihadapi, serta mempertimbangkan program pembangunan daerah khususnya bidang pendidikan di Kota Bandung.

1.5.      Sistematika Penulisan

Rencana Stratejik SMP Negeri 13 Kota Bandung disusun dengan sistematika sebagai berikut :

Bab I   : Pendahuluan

Bab II  : Kondisi Umum, Kendala, Analisis Lingkungan Strategis dan Faktor-faktor Penentu Keberhasilan.

Bab III  Visi, Misi, Arah  Kebijakan Serta Prioritas Pendidikan

Bab IV : Program Prioritas Empat Tahunan SMP Negeri 13 Kota Bandung .

Bab V  : Kerangka Pengukuran dan Evaluasi Kinerja

Bab VI : Penutup

BAB. II

KONDISI UMUM, KENDALA, ANALISIS LINGKUNGAN
STRATEGIS DAN FAKTOR-FAKTOR  PENENTU KEBERHASILAN

2.1      KONDISI UMUM

Kota Bandung merupakan daerah penyangga Ibu Kota Negara, sehingga masyarakatnya bersifat heterogen dan lebih akomodatif  terhadap berbagai perubahan yang datang dari dalam maupun luar negeri.

Kondisi di bidang pendidikan pada tahun 2000 s/d 2004 dilihat dari indikator perolehan APM/ APK memperlihatkan presentase yang cukup menggembirakan. Hal ini  dikarenakan adanya komitmen yang kuat dalam mensukseskan wajar Dikdas 9 tahun.

Pada tahun 2002 perolehan Angka Animo Masyarakat 996 pendaftar dan Angka Daya tampung Murni 400 orang. Indikator lainnya adalah tingkat kelulusan mencapai 100 % dengan perolehan NEM rata-rata antara 7,26. Daya tampung tiap awal tahun rata-rata 400 orang siswa dan kelulusan 100 %. Lulusan yang dapat diserap SMU Negeri mecapai antara 87 % s.d. 99 %.

Kondisi ruang belajar cukup tua, namun masih layak digunakan. Jumlah ruang belajar sebanyak 20 ruang belajar, 1 ruang laboratorium, 1 ruang perpustakaan, dan 1 ruang ruang Aula. Kondisi ini berdasarkan site plan tata ruang secara bertahap direncanakan akan direnovasi dan penambahan ruang sampai jumlah ruang belajar dan ruang-ruang pelengkap (ektrakurikuler) sebanyak minimal 68 ruang di atas tanah seluas 6.960 m2

2.2    Kendala yang dihadapi

Dalam penyelenggaraan bidang pendidikan di SMP Negeri 13 Bandung juga tidak terlepas dari berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi, dianataranya :

1. Masih belum meratanya pemahaman masyarakat terhadap permasalahan dan kondisi sekolah dan pentingnya dukungan dana dalam meningkatkan kualitas anak didik.

2. Kurangnya atau terbatasnya sarana prasarana pembelajaran, sehingga tidak optimalnya KBM.

3. Anggaran dana operasional pendidikan dari APBD/APBN masih jauh dari cukup, sehingga sekolah dirasakan memberatkan masyarakat, terutama masyarakat ekonomi lemah.

4. Desakan pengaruh era globalisasi membutuhkan sarana dan prasarana yang bermuatan teknologi tinggi.

5. Kondisi SDM memerlukan pembinaan dan wawasan teknologi.

6. Belum maksimalnya hubungan kerja sama dengan lembaga yang terkait dan dunia usaha sebagai sumber belajar dalam melaksanakan Broad Based Educatioan (BBE) life skill.

7. Belum maksimalnya 4 peran Komite Sekolah dan partisipasi orang tua siswa terhadap peran dan fungsi pendidikan di dalam sekolah dan di luar sekolah.

Di sisi lain peningkatan dan pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran masih perlu mendapat perhatian yang cukup serius, mengingat daya tampung siswa saat ini masih belum memenuhi akan kenyamanan proses belajar mengajar. Sementara itu Otonomi Daerah telah merangsang perubahan aspirasi dan tuntutan masyarakat terhadap kualitas dan cakupan layanan pendidikan. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, sekolah dipacu untuk segera menata diri dengan manajemen berbasis sekolah (MBS). Dilain pihak kemampuan tenaga kependidikan untuk mengemban tugasnya secara propesional memerlukan pelatihan–pelatihan yang lebih intensif dan efektif.

2.3       Analisis Lingkungan Strategis

2.3.1    Lingkungan intenal

Analisis lingkungan internal dalam hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan faktor- faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan SMP Negeri 13 Bandung.

2.3.1.1 Strenght (kekuatan)

1. Adanya dukungan dari SMP Negeri 13 Propinsi Jawa Barat, SMP Negeri 13 Kota Bandung, Pusat Kurikulum, para stake holder, dan masyarakat. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

2. Tersedianya lahan yang luas (6.960 m2) dan 22 ruang belajar yang menunjang untuk melaksanakan pengembangan sekolah;

3. Adanya struktur organisasi  dan tata kerja yang baru guna mendukung system kerja yang relatif professional;

4. Telah berpengalaman 4 tahun menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi, sejak dimulainya mini piloting pelaksanaan Kurikulum 2004.

5. Tersedianya SDM berpendidikan S2: 1%, S1: 67 %, D3 : 17%, D2 : 15 % yang cenderung kreatif dan inovatif dalam mengembangkan pembelajaran.

6. Persyaratan standar pelayanan minimal (SPM) secara keseluruhan atau pada umumnya telah terpenuhi.

7. Partisipasi dan daya kritis masyarakat dan stake holder terhadap pendidikan cukup tinggi

8. Adanya dukungan dari berbagai lembaga berupa bea siswa, BOMM, CTL, BBE, BTE, dan sukarelawan JICA sebagai pendukung prestasi

9. Adanya dukungan baik dari Komite Sekolah dalam melaksanakan program-program sekolah.

10. Mulai tahun pelajaran 2004/2005 terpilih dan ditetapkan sebagai rintisan Sekolah Standar Nasional (SSN)

2.3.1.2.    Weaknes (Kelemahan)

1. Kualitas SDM belum seluruhnya berpendidikan S1 sebagai pemenuhan standar tenaga kependidikan

2. Masih kurang memadainya sarana dan prasarana pendidikan terutama ruang belajar ( 22 ruang kelas, yang seharusnya, 30 ruang belajar) untuk 30 robongan belajar.

3. Tingkat kinerja kelembagaan yang masih lemah, terutama dalam keadministrasian.

4. Relevansi kompetensi input dengan output pendidikan yang masih belum optimal

5. Kurikulum sekolah yang syarat beban dan masih terstruktur

6. Belum tergalinya sumber-sumber dana secara optimal yang berasal dari masyarakat / dunia usaha bagi kegiatan pendidikan

7. Pelaksanaan MBS belum optimal.

8. Komite sekolah belum berfungsi secara proporsional sebagaimana 4 peran Komite Sekolah dalam membangun MBS

2.3.2.    Lingkungan Eksternal

Analisis lingkungan eksternal dalam hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan faktor- faktor yang menjadi peluang dan ancaman bagi pendidikan SMP Negeri 13 Bandung. Kajian eksternal pada hakekatnya adalah analisis dan evaluasi atas kondisi di luar lingkungan SMP Negeri 13 Bandung .

2.3.2.1. Opportunity (Peluang)

1. Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang system Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2055 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagai pedoman dan arah yang legal untul melaksanakan dan mengembangkan pendidikan di SMP Negeri 13 Bandung.

2. Menerapkan Kurikulum 2004 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) akan lebih optimal mengingat telah mempunyai pengalaman selama 4 tahun sebagai sekolah mini piloting KBK.

3. Semakin tingginya minat dan dukungan partisipasi masyarakat dalam kemajuan pendidikan SMP Negeri 13 Bandung dengan angka animo masyarakat 225 %

4. Dapat terlaksananya program school based management (SBM) atau Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dengan optimal karena sudah diawali dari tahun 2001

5. Dapat tercapainya peringkat ke-1 dilihat dari nilai Ujian Nasional di tingkat Kota Bandung

6. Dapat menjadi juara I atau II dalam berbagai lomba ektrakurikuler

7. Dapat menjadi juara I atau II dalam lomba IFO, IBO, dan IMO baik di tingkat kota, propinsi, maupun nasional.

2.3.2.2 . Ancaman (Threats)

1. Adanya Perda Kota Bandung No. 20 tahun 2000 yang belum ditindaklanjuti dengan berbagai petunjuk pelaksanaan atau petunjuk teknis untuk pengelolaan sekolah secara konsisten;

2. Surat Keputusan Mendiknas No. 44/U/2002 tentang Pembentukan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah belum diterapkan secara maksimal;

3. Masih adanya kebijakan Dinas Pendidikan Kota Bandung dan MKS yang menghambat terlaksananya otonomi sekolah dan MBS;

4. Semakin tingginya persaingan positif antarsekolah yang dalam pengelolaannnya lebih baik dan memiliki berbagai keunggulan;

5. Banyak SMP Negeri dan swasta menjadi juara dalam berbagai kejuaraan pada setiap perlombaan kurikuler dan ekstrakurikuler.

6. Perubahan budaya karena desakan budaya global yang tidak tersaring akan mempengaruhi budaya sekolah.

7. Semakin pesatnya perkembangan teknologi dan informasi yang akan mempengaruhi eksistensi sekolah.

2.4.    Strategi Organisasi

Secara  Umum Strategi diarahkan untuk menyikapi seluruh Program dan kegiatan yang dirumuskan :

1. Mengoptimalkan implementasi KBK dengan strategi :

a. Meningkatkan komitmen seluruh warga

b. Pemerataan informasi dan pemahaman dalam penerapan pembelajaran KBK yang berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL)

c. Mengembangkan perangkat pembelajaran: pemetaan SK, KD, silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara optimal.

d. Melaksanakan diversifikasi kurikulum

e. Pencapaian kurikulum formal mandiri

2. Pendidikan dan pelatihan tenaga pendidikan, melalui program penyetaraan D3, dan S1

3. Meningkatkan kualitas pembelajaran dengan strategi:

a. Mengadakan need assesmen tes bagi para guru

b. Peningkatan kemampuan profesionalisme guru, melalui Pelatihan, penataran, work shop dan efektifitas wadah MGMP

c. Mengembangkan kurikulum muatan lokal dalam rangka mewujudkan hasil pendidikan yang religius dan berbudi pekerti luhur

d. Pengembangan bench marking, dengan strategi

1.  Pengembangan dan penguasaan keterampilan bahasa Inggris

2.  Pengembangan ilmu-ilmu dasar (Matematika dan IPA)

3.  Pengembangan ekstrakurikuler

4. Pengembangan budi pekerti yang akhlakul karimah.

4. Mengembangkan kualitas dan kuantitas fasilitas pembelajaran dengan strategi :

a. Merenovasi dan menambah ruang belajar tiap tahun sebanyak 2 ruang;

b. Pengadaan sarana pembelajaran seperti sarana perpustakaan dan labotarium IPA, laboratorium bahasa

c. Menata lingkungan agar lebih tertata, rapai, nyaman, menyenangkan

5. Meningkatkan kualitas lulusan dengan strategi :

a. Melaksanakan Bridging course dan matrikuluasi kelas VII

b. Melaksanakan remedial teaching

c. Pengayaan dan pemantapan kelas IX

d. Efektifitas jadwal pelajaran dan jam belajar

e. Meningkatkan pembinaan siswa melalui penyaluran bakat dan prestasi dalam bidang olah raga dan seni

f. Meningkatkan pelaksanaan program Ekstrakurikuler dan program pembinaan kesiswaan

6. Meningkatkan suasana ketentraman dan ketenangan belajar dalam mewujudkan ketahanan sekolah, dengan strategi:

a. Meningkatkan mutu pengelolaan sekolah melalui  pengembangan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)

b. Menciptakan kesamaan persepsi tentang pengembangan sekolah

c. Meningkatkan kerjasama dengan LSM dan organisasi masyarakat serta pondok pesantren dalam meningkatkan kesadaran tanggung jawab dan keimanan siswa

d. Mengefektifkan peran dan fungsi Komite Sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat sebagai mitra kerja sekolah

7. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pendidikan dengan strategi:

e. Mengembangkan peran dan fungsi Alumni

f. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam membantu biaya pendidikan

g. Membentuk dan mengembangkan  4 peran Komite Sekolah

h. Meningkatkan peran serta lembaga Sosial masyarakat (LSM) dunia usaha

i. Menjalineratkan peran dan fungsi himpunan penyelenggara pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat dalam mengembangkan pendidikan luar sekolah ( Les, Bimbingan Belajar, dan kursus)

8. Mengembangkan penilaian dengan strategi :

a. Melaksanakan strategi peniliaian yang variatif

b. Melaksanakan penilaian yang transparan, akuntabel, dan demokratis.

2.4       Faktor-Faktor penentu keberhasilan

Untuk memacu perkembangan pendidikan di SMP Negeri 13 Bandung perlu diidentifikasi faktor-faktor penentu keberhasilan tersebut dengan memperhatikan analisis lingkungan berupa sumber daya dan sumber dana yang di dukung peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan serta keterlibatan masyarakat dalam mencapai Visi dan Misi SMP Negeri 13 Bandung.

Faktor-faktor kunci keberhasilan rencana strategis SMP Negeri 13 Bandung adalah :

1. Dukungan dan political will dari pemerintah Kota Bandung, DPRD, Propinsi Jawa Barat, dan SMP Negeri 13 Kota Bandung dalam melaksanakan MBS dan Kurikulum 2004

2. Teratasinya kinerja kelembagaan, keorganisasian, dan keadministrasian yang masih lemah sebagai upaya meningkatkan kulitas pendidikan dan kualitas SDM.

3. Pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi pendidikan dalam melaksanakan MBS.

4. Dukungan partisipasi masyarakat, orang tua siswa untuk meningkatkan Sarana Prasarana Pendidikan.

5. Dukungan partisipasi Komite Sekolah untuk meningkatkanperan dan fungsinya sebagai mitra sekolah dan Suporting, Advisary, Controlling, dan Mediator, sehingga sekolah dapat melaksanakan programnya secara efektif, efisien, dan produktif..


III. VISI, MISI, ARAH KEBIJAKAN, DAN PROGRAM PRIORITAS

3.1.    VISI

The Best

Unggul dalam prestasi akademik dan non akademik, serta berakhlaqul karimah

Indikator :

1. Menggunakan kurikulum formal mandiri beserta perangkatnya dan mengimplementasikannya secara konsisten;

2. Meningkatkan proses pembelajaran untuk mencapai prestasi dalam akademik dan non akademik dengan suasana belajar yang santun, religius dan demokratis;

3. Unggul dalam perolehan nilai Ujian Nasional dan mendapat peringkat I dan dapat terserap di SMAN terbaik di kota Bandung;

4. Profesionalisme guru yang kreatif dan inovatif, dan religius dengan mengedapankan layanan prima;

5. Mempunyai fasilitas belajar yang memadai dan lingkungan yang tertata, nyaman ,dan bersih;

6. Lembaga yang mandiri, transparan, akuntabel, dan didukung oleh stakeholder

7. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pendidikan yang memadai;

8. Mengembangkan pedoman penilaian dan menerapkannya dengan transparan, akuntabel, dan demokratis.

3.2.   MISI

Atas dasar Visi diatas , maka SMP Negeri 13 Bandung menetapkan misi sebagai berikut :

1. Mengembangkan kurikulum satuan pendidikan, diversifikasi kurikulum, dan perangkat pembelajarannya;

2. Mengembangkan proses pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan menantang untuk mendorong kemandirian siswa untuk belajar bekerjasama, mengembangkan prakarsa dan kreativitas, sesuai dengan bakat, minat, etika, logika, estetika dan kinestetika, sehingga tumbuh jiwa yang berprestasi, berdisiplin, berahlaqul karimah, dan patriotis.

3. Menumbuhkembangkan prestasi akademik dan non akademik serta keterampilan hidup agar peserta didik memiliki keterampilan, sikap dan perilaku adaptif, kooperatif dan kompetitif dalam menghadapi tantangan dan tuntutan kehidupan

4. Meningkatkan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi, profesional, dan komptensi sosial dengan memiliki, menguasai dan menerapkan secara konsisten berbagai metode, strategi penilaian dalam proses pembelajaran.

5. Mengupayakan melengkapi fasilitas pembelajaran dan terciptanya lingkungan yang tertata rapi, etis, estetis untuk meningkatkan semangat belajar dalam situasi yang nyaman.

6. Menumbuhkembangkan budaya demokrasi, transparan, dang akuntabel dengan menjalin kerja sama yang lebih harmonis antara peserta didik, orang tua, guru, komite sekolah dan anggota masyarakat sekitar dalam upaya optimalisasi program pendidikan

7. Meningkatkan partisipasi masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri untuk memenuhi standar pembiayaan pendidikan.

8. Mengembangkan sistem penilaian baik evaluasi pembelajaran maupun evaluasi kerja manajemen dengan membuat pedoman, instrumen, dan sistem administrasi penilaian yang akurat untuk mendukung peningkatan kinerja seluruh unsur manajemen.

3.3. Tujuan Situasional

Pada tahun pelajaran 2009/2010 diharapkan terjadi perubahan yang signifikan untuk menunjukkan identitas dan kualitas (bench mark) dalam hal :

1. Mempunyai kurikulum formal mandiri, silabus, perangkat kelengkapaannya dan teradministrasikan dengan menggunakan software dan hardware yang memadai.

2. Seluruh warga sekolah (Kepala Sekolah, guru, dan tenaga tata laksana) melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, kompeten, terukur, dan teruji agar dapat menunjukkan kinerja yang profesional guna memenuhi pelayanan prima kepada seluruh stakeholder.

3. Guru menguasai dan melaksanakan berbagai metode, strategi, model, pembelajaran, dan strategi penilaian sehingga siswa dapat belajar dalam situasi menyenangkan, konstruktif, inspiratif, dan motivatif

4. Tersedianya sarana dan prasarana pembelajaran ( ruang belajar 30 kelas, 2 ruang Lab. PA, 1 Perpustakaan, 2 Lab. Komputer, 2 Lab PTD, 1 Lab Bahasa, 2 ruang kesenian, sarana olah raga) dan media pebelajaran yang berteknologi tinggi ( CD interaktif, Internet, TV, Infokus, alat-alat ukur yang berbasis digital)

5. Tercapainya standar ketuntasan belajar minimal seluruh mata pelajaran (75%), sehingga semua siswa dapat mencapai ketuntasan belajar 90 % dan dapat memenangkan berbagai lomba baik akademik maupun non akademik.

6. Mempunyai struktur organisasi, uraian tugas yang jelas, instrumen evaluasi kinerja sekolah dalam model manajemen yang baik , dan tercapainya SPM dalam situasi kerja yang kondusif dengan menjalin hubungan kemitraan dengan komite sekolah (terealisasinya 4 fungsinya) dan tersedianya jaringan SIM untuk terciptanya keharmonisan hubungan baik vertikal maupun horizontal.

7. Terciptanya jalinan kerja dengan penyandang dana (dunia usaha, stakeholder) dan tergalang dana masyarakat sehingga sekolah dapat menciptakan usaha-usaha dalam upaya mengembangkan potensi internal dan eksternal guna membantu sektor yang kekurangan (subsidi silang))

8. Terimplementasikan model-model penilaian dan mempunyai pedoman dan instrumen evaluasi dari hasil uji coba untuk mengarah pada pembelajaran anak berprestasi, bermasalah, dan kelainan lainnya dengan menggunakan sistem administrasi sekolah (SAS) dan sistem informasi manajemen.

3.4.    Strategis Pelaksanaan Program

Sasaran 1 : Mempunyai kurikulum formal mandiri, silabus, perangkat kelengkapaannya dan teradministrasikan dengan menggunakan software dan hardware yang memadai.

1.1.  Pengembangan kurikulum satuan pendidikan

a. Penggandaan kurikulum

b. Pemetaan Standar Kompetensi (SK) dan Komptensi Dasar (KD)

c. Penganalisaan dan penyelarasan SK dan KD

d. Membuat Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP)

e. In House Training (IHT) KTSP dengan mengundang pakar Kurikulum

f. Verifikasi naskah dan pengesahan naskah KTSP

g. Pengetikan dan pencetakan naskah KTSP

h. Membuat instrumen evaluasi KTSP


1.2.  Pengembangan pemetaan KBK

a. Sosialisasi dan peningkatan integritas terhadap penerapan KBK

b. Pemetaan konsep dan pengorganisasian KB

c. Membuat standar pembelajaran KBK

d. Membuat standar layanan penerapan KBK

e. Perumusan struktur KBK (SKS dan Paket)

f. Perumusan output dan out come pembelajaran KBK

g. Perumusan standar alat, media, dan sumber belajar KBK

h. Membuat instrumen evaluasi pengembangan KBK

1.3. Pengembangan silabus

a. Pelatihan membuat silabus

b. Membuat silabus (master) tiap mata pelajaran

c. Penganalisaan dan penyelarasan silabus tiap mata pelajaran

d. Verifikasi dan Pengesahan Silabus tiap mata pelajaran SMPN 13

e. Pengetikan dan pencetyakan silabus

f. Supervisi klinis dan supervisi kinerja pembelajaran

g. Membuat instrumen evaluasi pengembangan silabus

1.4. Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran

a. Rapat pembagian tugas mengajar dan BK

b. Membuat Kalender Pendidikan

c. Rapat kerja pembuatan program tahunan dan semester

d. Membuat jadwal terpadu tentang penugasan, ulangan harian, praktek, ekstrakurikuler, OSIS, dll

1.5.  Pengembangan sistem penilaian

a. Pelatihan tentang authentic assessment

b. Penerapan authentic assessment

c. Pengembangan strategi penilaian

d. Pengembangan model-model penilaian

e. Membuat sistem pengelohan nilai

f. Pelaporan hasil penilaian kepada siswa, orang tua, Kepala sekolah, Dinas Kota, dan Propinsi.

g. Perumusan dan membuat SKBM

h. Membuat instrumen evaluasi pengembangan sisten penilaian

1.6.  Pengembangan Diversifikasi kurikulum dan Implementasinya.

a. Analisa kebutuhan dana, media dan sarana

b. Membuat Kurikulum Diversifikasi

c. Membuat Program Diversifikasi kurikulum

d. Membuat standar pembelajaran dan kualifikasi guru

e. Membuat standar layanan

f. Membuat standar evaluasi

g. Membuat format-format administrasi

h. Membuat instrumen evaluasi pelaksanaan

Sasaran 2 : Seluruh warga sekolah (Kepala Sekolah, guru, dan tenaga tata laksana) melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, kompeten, terukur, dan teruji agar dapat menunjukkan kinerja yang profesional guna memenuhi pelayanan prima kepada seluruh stakeholder.

PENINGKATAN / PENGEMBANGAN TENAGA KEPENDIDIKAN

2.1.  Pengembangan profesionalitas guru

a. Merevitalisasi fungsi, peran dan tugas guru

b. Mengadakan basic pernality setiap personal

c. Merumuskan kembali administrasi guru dan BK

d. Membuat tata tertib guru

e. Mengadakan pelatihan pembelajaran dengan kerja sama LPTK UPI

f. Membuat standar reward dan funishment

g. Membuat standar jenjang karir guru

h. Mengikutsertakan pelatihan dan penataran keguruan yang diselenggarakan lembaga lain

i. Membuat instrumen kinerja profesionalisme guru

2.2.  Peningkatan kompetensi guru

a. Mengadakan IHT metode pembelajaran

b. Mengadakan pelatihan strategi pembelajaran

c. Mengadakan IHT PTK

d. IHT strategi penilaian

e. Membuat standar penilaian, pengadministrasian, dan pelaporan

f. Menambah buku refensi pembelajaran dan pengelolaan pembelajaran

g. Mengadakan IHT pembuatan alat dan media pembelajaran

h. Mengadakan IHT E-Learning

i. Mengikutsertakan pelatihan PTBK setiap mata pelajaran

h. Mengadakan Uji kompetensi internal

2.3.  Peningkatan kompetensi tenaga TU

a. Merevitalisasi fungsi, peran dan tugas TU

b. Mengadakan basic pernality setiap personal

c. Merumuskan kembali administrasi TU

d. Membuat tata tertib TU

e. Mengadakan pelatihan administrasi dan akuntansi berbasis komputer

f. Membuat standar reward dan funishment

g. Membuat standar jenjang karir TU

h. Mengikutsertakan pelatihan dan penataran administrasi sekolah

i. Membuat instrumen kinerja profesionalisme TU

2.4.  Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh kepala sekolah terhadap kinerja guru dan tenaga TU

a. Instrumen evaluasi dan monitoring kinerja guru dan TU

b. Membuat format evaluasi dan monitoring tugas guru dan TU

c. Membuat standar penilaian kinerja guru dan TU

d. Pelaksanaan Supervisi klinis kinerja guru dan TU

e. Pengadministrasian kinerja dan prestasi guru dan TU

f. Membuat standar reward dan funishment kinerja guru dan TU

2.5.  Peningkatan kuantitas tenaga kependidikan

a. Pemberdayaan MGMP

b. Briefing Mingguan, Bulanan

c. Rapat Dinas

d. Upacara Senin Pagi dan sabtu sore

e. Sosialisasi program sekolah dan APBS

f. Pemberian tugas tertentu (kepanitiaan, Tim)

Sasaran 3 : Guru menguasai dan melaksanakan berbagai metode, strategi, model, pembelajaran, dan strategi penilaian sehingga siswa dapat belajar dalam situasi menyenangkan, konstruktif, inspiratif, dan motivatif

PENINGKATAN STANDAR PROSES:

3.1.  Pengembangan metode pengajaran untuk semua mapel

a. Kolaborasi learning satu mata pelajaran

b. Kolaborasi learning antar mata pelajaran

c. Pelaksanaan Integrated learning

d. Pengembangan pembelajaran portofolio

e. Pengembangan dan implementasi CTL

f. Pengembangan dan implementasi Tim teaching

g. Pengembangan bench making mata pelajaran

h. Pengembangan dan implementasi PTBK

3.2.  Pengembangan strategi pembelajaran

a. Penyediaan bahan, alat, media pembelajaran

b. Pelaksanaan remedial tes dam remedial pembelejaran

c. Pelaksanaan Pengayaan dan pemantapan kelas IX

d. Membuat program dan jadwal pembelajaran terpadu

e. Pengembangan dan implementasi CTL

3.3.  Pengembangan strategi penilaian

a. Membuat standar penilaian

b. Membuat format administrasi penilaian

c. Membuat software penilaian

d. Pengadaan alat pengolahan nilai

e. Pelaksanaan pelaporan penialaian harian kepada siswa dan orang tua

f. Membuat standar nilai ketuntasan belajar tiap mata pelajaran

g. Membuat standar ketuntasan kurikulum, program semester, dan program tahunan

3.4.  Pengembangan bahan, sumber pembelajaran

a. Penambahan buku referensi tentang pengembangan bahan, alat, dan media pembelajaran

b. Penyediaan ruangan penyimpanan alat dan media pembelajaran

c. Menjalin kerja sama dengan lembaga lain mengenai penggunaan Lab

d. Menjalin kerja sama dengan lembaga lain, seperti Musium, Tahura

e. Membuat bank soal tiap mata pelajaran

f. Menjalin kerja sama dengan lembaga lain, dalam penggunaan kolam renang

g. Menjalin kerja sama dengan lembaga lain, dalam penggunaan lapangan olah raga

Sasaran 4 : Tersedianya sarana dan prasarana pembelajaran ( ruang belajar 30 kelas, 2 ruang Lab. PA, 1 Perpustakaan, 2 Lab. Komputer, 2 Lab PTD, 1 Lab Bahasa, 2 ruang kesenian, sarana olah raga) dan media pebelajaran yang berteknologi tinggi ( CD interaktif, Internet, TV, Infokus, alat-alat ukur yang berbasis digital)

PENINGKATAN / PENGEMBANGAN FASILTAS PENDIDIKAN :

4.1.  Peningkatan dan pengembangan media pembelajaran

a. Penyediaan CD pembelajaran

b. Membuat CD interaktif pembelajaran

c. Membuat analisis kebutuhan media pembelajaran tiap mapel

4.2. Pengembangan sarana pendidikan

a. Membuat ruang Multimedia setiap mata pelajaran

b. Membuat dan menambah Lab Komputer, Lab. IPA, Lab. Bahasa

c. Membuat taman Hidroponik

d. Penyediaan Multimedia, komputer, internet, TV di setiap kelas

e. Menambah ruang kelas dan ruang pembelajaran lainnya.

4.3.  Pengembangan prasarana pendidikan

a. Membuat software pembelajaran

b. Membuat software adiministrasi pembelajaran(SAS)

c. Membuat software adiministrasi Umum (SIM)

d. SMS Interaktif tentang perkembangan siswa

4.4.  Penciptaan lingkungan belajar yang kondusif

a. Pemeliharaan Gedung, bangunan, dan pagar

b. Renovasi ruang kelas yang rusak

c. Membuat taman sekolah dan jalur hijau

d. Peningkatan kebersihan dan keasrian sekolah

e. Membuat rambu-rambu pengingat

f. Perbanyakan tempat sampah

g. Membuat program pengelolaan sampah

h. Perbaikan kantin sekolah

i. Membuat inisial sekolah di gerbang dan muka jalan raya

j. Membuat papan informasi

4.5.  Pengembangan Income Generating Activities

a. Pengembangan OSIS

b. Pengefektifan kegiatan ekstrakurikuler

c. Peningkatan prestasi kegiatan ekstrakurikuler

d. Bench making kegiatan ekstrakurikuler

e. Membuat majalah dinding

f. Membuat majalah sekolah

g. Membuat brosur, info, kegiatan sekolah

h. analisis dan penelusuran bakat dan prestasi

i. Penyaluran bakat dan prestasi

j. Mengadakan dan mengikutsertakan dalam berbagai lomba tentang hal akademik dan non akademik

Sasaran 5 : Tercapainya standar ketuntasan belajar minimal seluruh mata pelajaran (75%), sehingga semua siswa dapat mencapai ketuntasan belajar 100 % dan dapat memenangkan berbagai lomba baik akademik maupun non akademik.

PENINGKATAN STANDAR KELULUSAN:

5.1.  Pengembangan standar pencapaian ketuntasan kompetensi

a. Membuat standar ketuntasan belajar minimal tiap mapel

b. Efektivitas jadwal pembelajaran dan kalender pendidikan

c. Membuat program pembiasaan terpadu

d. Efektivitas Bimbingan dan Konseling

e. Pemberdayaan Wali Kelas

f. Pemberdayaan orang tua siswa

g. Pemberdayaan lingkungan masyarakat sekitar

5.2. Peningkatan standar kelulusan tiap tahunnya

a. Pengayaan dan pemantapan kelas IX

b. Informasi dan dtandar kelulusan kepada seluruh siswa

c. Membagikan standar kelulusan tiap mata pelajaran

d. Mengadakan Try out Ujian Nasional I

e. Mengadakan Try out Ujian Nasional II

f. Mengadakan Try out Ujian Nasional III

g. Mengadakan Pr- Ujian nasional I

h. Mengadakan Pr- Ujian nasional II

5.3. Pengembangan kejuaraan lomba-lomba akademik dan non akademik

a. Pengembangan Sains Club

b. Pengembangan English 13 Club

c. Pengembangan pembelajaran portofolio

d. Pengembangan pembelajaran PTD

e. Mengikutsertakan berbagai lomba akademik dan non akademik

Sasaran 6 : Mempunyai struktur organisasi, uraian tugas yang jelas, instrumen evaluasi kinerja sekolah dalam model manajemen yang baik , dan tercapainya SPM dalam situasi kerja yang kondusif dengan menjalin hubungan kemitraan dengan komite sekolah (terealisasinya 4 fungsinya) dan tersedianya jaringan SIM untuk terciptanya keharmonisan hubungan baik vertikal maupun horizontal

PENINGKATAN MUTU KELEMBAGAAN DAN MANAJEMEN:

6.1. Pengembangan dan melengkapi administrasi sekolah (yang bersaifat wajib dan tidak wajib, lihat PP no 19 th 2005)

a. Mengefektifkan kegiatan tertib administrasi

b. Penyelesaian administrasi tepat waktu (buku induk, agenda harian, SPJ)

c. Membuat program sekolah

d. Membuat SK pembagian tugas

e. Membuat dan mendistribusikan kalender pendidikan

f. Membuat tata tertib guru dan siswa

g. Membuat struktur organisasi

h. Membuat kode etik warga

i. Membat APBS

6.2. Implementasi MBS

a. Penyusunan program sekolah bersama dengan Komite Sekolah

b. Menyusun RAPBS bersama dengan Komite Sekolah

c. Menyusun jadwal kegiatan

6.3.  Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh sekolah tentang kinerja sekolah

a. Membuat jadwal pelaksanaan monitor dan laporan

b. Pelaksanaan laporan bulanan, triwulan, semester dan tahunan

c. Evaluasi diri Kinerja sekolah

d. Bersama-sama dengan Komite Sekolah mengadakan evaluasi internal

6.4. Pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah

a. Membuat program supervisi

b. Membuat jadwal Supervisi

c. Melaksanakan supervisi

d. Menindaklanjuti hasil supervisi


6.5.  Pengembangan sekolah menuju ketercapaian SPM

a. Membuat instrumen monitoring tiap sektor

b. Membuat program monitoring

c. Membuat jadwal monitoring dan evaluasi

d. Analisis hasil monitoring dan evaluasi

e. Menindaklanjuti hasil analisis dan monitoring

f. Analisis kebutuhan atas kekurangan hasil monitoring

g. Monsultasi dengan Komite Sekolah atas ketercapaian SPM

6.6.  Penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah untuk merealisasikan 4 tugasnya)

a. Memusyawarahkan dengan Komite Sekolah tentang peran: a. Advesary agency; b. Suporting agency; c. Controlling agency; d. Mediator antara eksekutif DPRD dengan masyarakat

b. Merumuskan program sekolah bersama dengan Komite Sekolah

c. Merumuskan APBS bersama dengan Komite Sekolah

d. Menganalisis kesenjangan antara usulan dan dukungan komite sekolah dengan keberdayaan sekolah untuk mengakomodasikan dalam program

e. Merumuskan bersama komite sekolah tentang instrumen kontroling yang dilaksanakannya

f. Meningkatkan peran mediator dengan bekerja bersama-sama dalam meningkatkan hubungan sekolah dengan eksekutif dan masyarakat

6.7. Membuat jaringan informasi akademik di internal sekolah (SIM)

a. Membuat software SIM

b. Mengisikan data-data sekolah yang harus diketahui masyarakat

c. Membuat jaring internet

d. Mengelola data dan operasional internet

e. Menginformasikan program-program dan keberadaan keuangan

f. Menampung saran-saran masyarakat dan menindaklanjutinya

6.8. Membuat jaringan kerja secara vertikal dan horisontal

a. Membuat program jaring kerja vertikal dan horizontal

b. Mengadakan kerja sama dengan birokrat (struktural) secara vertikal dengan memberikan laporan secara berkala

c. Mengadakan jaring kerja secara horizontal dengan cara berkunjung, saling memberi informasi persekolahan, pengelolaan MBS

d. Membuat sub unit kerja untuk membangun jaringan kerja dengan dunia usaha, dunia industri, lembaga sosial , LSM, lingkungan masyarakat, untuk menampung partisipasi masyarakat atas tanggung jawab memajukan pendidikan

e. Mengevaluasi program jaringan kerja secara vertikal dan horizontal

6.9. Implementasi model manajemen: POAC, PDCA, dan model lain yang pada dasarnya mengembangkan aspek-aspek manajemen untuk pengembangan standar-standar pendidikan :

a. Mensosialisasikan model manajemen yang diterapkan

b. Meningkatkan komitmen warga dalam mengimplementasikan model manajemen

c. Mengembangkan POAC yang berlandaskan TQM

d. Menganalisis kinerja sekolah secara periodik

e. Mengefektifkan seluruh aspek manajerial

Sasaran 7 : Terciptanya jalinan kerja dengan penyandang dana (dunia usaha, stakeholder) dan tergalang dana masyarakat sehingga sekolah dapat menciptakan usaha-usaha dalam upaya mengembangkan potensi internal dan eksternal guna memenuhi standar pembiayaan dan membantu sektor yang kurang mampu (subsidi silang)

PENGEMBANGAN STANDAR PEMBIAYAAN PENDIDIKAN:

7.1.  Pengembangan jalinan kerja dengan penyandang dana

a. Membuat profilk sekolah yang jelas dan akurat

b. Bekerja sama dengan komite sekolah mengadakan pertemuan dengan berbagai pihak yang peduli pendidikan

c. Mengadakan Malam Dana Pembangunan

d. Membentuk konsorsiun penyandang dana pembangunan sekolah

7.2. Penggalangan dana dari berbagai sumber

a. Mengadakan bazar sekolah di tempat umum

b. Menyelenggarakan Malam Bakti Alumni SMP 13

c. Membuat Kupon Pembangunan SMP 13

7.3. Penciptaan usaha-usaha

a. pemberdayaan kantin sekolah

b. Menjalin usaha dengan berbagai pihak pengusaha

c. Meningkatkan usaha-usaha yang telah dilaksanakan

7.4. Pendayagunaan potensi sekolah dan lingkungan

a. Mengadakan analisis SWOT internal dan eksternal sekolah

b. Menjadikan sekolah wawasan wiyatamandala

c. Menhaktifkan kegiatan 6K

d. Lingkungan sebagai sumber dan media pembelajaran

e. Membuat jadwal penggunaan sarana sekolah

f. Meningkatkan peran dan fungsi perpustakaan

g. Meningkatkan peran dan fungsi Laboratorium IPA, Komputer, dan PTD


7.5. Penciptaan sistem subsidi silang

a. Menyusun tim untuk mendata siswa kurang mampu dan mampu

b. Mencari Bea Siswa dan Donatur

c. Mencari dan menawarkan kepada orang tua siswa mampu menjadi Ibu/Bapak Asuh

d. Asumsi APBS 90% dan 10% untuk menanggulangi siswa yang kurang mampu

Sasaran 8 : Terimplementasikan model-model penilaian dan mempunyai pedoman dan instrumen evaluasi dari hasil uji coba untuk mengarah pada pembelajaran anak berprestasi, bermasalah, dan kelainan lainnya dengan menggunakan sistem administrasi sekolah (SAS) dan sistem informasi manajemen.

PENGEMBANGAN STANDAR PENILAIAN:

8.1.  Pengembangan perangkat model-model penilaian pembelajaran

a. Mengembangkan strategi penilaian Tertulis, Praktek, penugasan, pengamatan, observasi, kinerja, dan penampilam

b. Membuat pedoman penilaian pelajaran Akhlak Mulia

c. Membuat pedoman penilaian pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

d. Membuat pedoman penilaian pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi

e. Membuat pedoman penilaian pelajaran estetika

f. Membuat pedoman penilaian pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan

8.2. Implementasi model evaluasi pembelajaran: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dll

a. Membuat program penilaian

b. Melaksanakan penilaian :

1. Ulangan harian

2. Ulangan Tengah Semester

3. Ulangan Akhir Semester

4. Ulangan kenaikan kelas

b. Mendokumentasikan seluruh penilaian

c. Membuat/melaksanakan laporan pendidikan : bulanan, semester, dan kenaikan kelas

8.3.  Pengembangan instrumen atau perangkat soal-soal untuk berbagai model evaluasi

a. Membuat format-format :

1. Program tahunan

2. Program semester

3. Kisi-kisi soal

4. Kartu soal

5. Kunci jawaban dan kriteria penilaian

6. analisis butir soal

7. Analisis Ketuntasan Belajar

b. Membuat bank soal

3.5.    Prioritas Program

PROGRAM / RENCANA KEGIATAN

KETERCAPAIAN

2005

2006

2007

2008

I. PENINGKATAN/PENGEMBANGAN ISI KURIKULUM

1.      Pengembangan kurikulum satuan pendidikan

a. Penggandaan kurikulum

V

V

b. Pemetaan Standar Kompetensi (SK) dan Komptensi Dasar (KD)

V

V

c. Penganalisaan dan penyelarasan SK dan KD

V

V

V

d. Menggunakan Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP)

V

V

V

e. In House Training (IHT) KTSP dengan mengundang pakar Kurikulum

V

V

V

f. Verifikasi naskah dan pengesahan naskah KTSP

V

g. Pengetikan dan pencetakan naskah KTSP

V

h. Membuat instrumen evaluasi KTSP

V

2.      Pengembangan pemetaan KBK

a. Sosialisasi dan peningkatan integritas terhadap penerapan KBK

V

V

V

b. Pemetaan konsep dan pengorganisasian KBK

V

V

V

V

c. Membuat standar pembelajaran KBK dan mengimplementasikannya

V

V

V

V

d. Membuat standar layanan penerapan KBK dan mengimplementasikannya

V

V

V

e. Perumusan struktur KBK (SKS dan Paket) dan mengimplementasikannya

V

V

V

f. Perumusan output dan out come pembelajaran KBK dan mengimplementasikannya

V

V

V

g. Perumusan standar alat, media, dan sumber belajar KBK dan mengimplementasikannya

V

V

V

h. Membuat instrumen evaluasi pengembangan KBK dan mengimplementasikannya

V

V

V


3.      Pengembangan silabus

a. Pelatihan membuat silabus

V

V

b. Membuat silabus (master) tiap mata pelajaran

V

V

V

V

c. Penganalisaan dan penyelarasan silabus tiap mata pelajaran

V

V

V

V

d. Verifikasi dan Pengesahan Silabus tiap mata pelajaran SMPN 13

V

V

V

e. Pengetikan dan pencetyakan silabus

V

V

V

V

f. Supervisi klinis dan supervisi kinerja pembelajaran

V

V

V

V

g. Membuat instrumen evaluasi pengembangan silabus

V

V

V

4.      Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran

a. Rapat pembagian tugas mengajar dan BK

V

V

V

V

b. Membuat Kalender Pendidikan

V

V

V

V

c. Rapat kerja membuat program tahunan dan semester

V

V

V

V

d. Membuat jadwal terpadu tentang penugasan, ulangan harian, praktek, ekstrakurikuler, OSIS, dll

V

V

V

V

5.      Pengembangan sistem penilaian

a. Pelatihan tentang authentic assessment

V

b. Penerapan authentic assessment

40%

50%

75%

100%

c. Pengembangan strategi penilaian

V

V

V

d. Pengembangan model-model penilaian

V

V

e. Membuat sistem pengelohan nilai

V

V

f. Pelaporan hasil penilaian kepada siswa, orang tua, Kepala sekolah, Dinas Kota, dan Propinsi.

V

V

V

V

g. Perumusan dan membuat SKBM

V

V

h. Membuat instrumen evaluasi pengembangan sisten penilaian

V

V

V

V

6.      Pengembangan Diversifikasi kurikulum dan Implementasinya.

a. Analisa kebutuhan dana, media dan sarana

V

b. Membuat Kurikulum Diversifikasi / mengimplementasikannya

V

V

c. Membuat Program Diversifikasi kurikulum/ mengimplementasikannya

V

V

V

d. Membuat standar pembelajaran dan kualifikasi guru / mengimplementasikannya

V

V

e. Membuat standar layanan/ mengimplementasikannya

f. Membuat standar evaluasi/ mengimplementasikannya

g. Membuat format-format administrasi

V

V

V

V

h. Membuat instrumen evaluasi pelaksanaan/ mengimplementasikannya

V

V

V

V

II. PENINGKATAN / PENGEMBANGAN TENAGA KEPENDIDIKAN

1.      Pengembangan profesionalitas guru

a. Merevitalisasi fungsi, peran dan tugas guru

V

V

b. Mengadakan basic pernality setiap personal

V

V

c. Merumuskan kembali administrasi guru dan BK

V

V

d. Membuat tata tertib guru

V

e. Mengadakan pelatihan pembelajaran dengan kerja sama LPTK UPI

V

V

V

f. Membuat standar reward dan funishment

V

V

g. Membuat standar jenjang karir guru

V

V

h. Mengikutsertakan pelatihan dan penataran keguruan yang diselenggarakan lembaga lain

V

V

V

V

i. Membuat instrumen kinerja profesionalisme guru

V

V

2.      Peningkatan kompetensi guru

a. Mengadakan IHT metode pembelajaran

V

b. Mengadakan pelatihan strategi pembelajaran

V

c. Mengadakan IHT PTK

V

d. IHT strategi penilaian

V

e. Membuat standar penilaian, pengadministrasian, dan pelaporan

V

V

V

V

f. Menambah buku refensi pembelajaran dan pengelolaan pembelajaran

V

V

V

V

g. Mengadakan IHT membuat alat dan media pembelajaran

V

V

V

V

h. Mengadakan IHT E-Learning

V

V

i. Mengikutsertakan pelatihan PTBK setiap mata pelajaran

V

V

V

V

j. Mengadakan Uji kompetensi internal

V

V

V

V

k. Pemberdayaan MGMP

l. Briefing Mingguan, Bulanan

V

V

V

V

m. Rapat Dinas

V

V

V

V

o. Upacara Senin Pagi dan sabtu sore

V

V

V

V

p. Sosialisasi program sekolah dan APBS

V

V

V

V

q. Pemberian tugas tertentu (kepanitiaan, Tim)

V

V

V

V

3.      Peningkatan kompetensi tenaga TU

a. Merevitalisasi fungsi, peran dan tugas TU

V

V

b. Mengadakan basic pernality setiap personal

V

c. Merumuskan kembali administrasi TU

V

d. Membuat tata tertib TU

V

e. Mengadakan pelatihan administrasi dan akuntansi berbasis komputer

V

V

f. Membuat standar reward dan funishment

V

V

V

V

g. Membuat standar jenjang karir TU

V

V

h. Mengikutsertakan pelatihan dan penataran administrasi sekolah

V

V

i. Membuat instrumen kinerja profesionalisme TU

V

V

V

V

4.    Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh kepala sekolah terhadap kinerja guru dan tenaga TU

V

V

V

V

a. Membuat Instrumen evaluasi dan monitoring kinerja guru dan TU

V

V

b. Membuat format evaluasi dan monitoring tugas guru dan TU

V

V

V

V

c. Membuat standar penilaian kinerja guru dan TU

V

V

d. Melaksanakan Supervisi klinis kinerja guru dan TU

V

V

V

V

e. Pengadministrasian kinerja dan prestasi guru dan TU

V

V

V

V

f. Membuat standar reward dan funishment kinerja guru dan TU

V

V

5.      Peningkatan kuantitas tenaga kependidikan

Merumuskan dan membuat rasio kebutuhan tenaga kependididikan :

a. Guru tiap mata pelajaran

V

V

b. Tenaga ketatalaksanaan

V

V

c. Tenaga Laboran

V

V

d. tenaga pesuruh dan keamanan

V

V

e. tenaga pengelola perpustakaan

V

V

f. Operator internet / maintenance

V

V

III.  PENINGKATAN STANDAR PROSES:

1.      Pengembangan metode pengajaran untuk semua mapel

V

V

V

V

a. Kolaborasi learning satu mata pelajaran

V

V

V

V

b. Kolaborasi learning antar mata pelajaran

V

V

V

V

c. Melaksanakan Integrated learning

V

V

V

d. Pengembangan pembelajaran portofolio

V

V

V

V

e. Pengembangan dan implementasi CTL

V

V

V

V

f. Pengembangan dan implementasi Tim teaching

V

V

V

V

g. Pengembangan bench making mata pelajaran

V

V

V

h. Pengembangan dan implementasi PTBK

20%

40%

60%

90%

2.      Pengembangan strategi pembelajaran

a. Penyediaan bahan, alat, media pembelajaran

V

V

V

V

b. Melaksanakan remedial tes dam remedial pembelejaran

V

V

V

V

c. Melaksanakan Pengayaan dan pemantapan kelas IX

V

V

V

V

d. Membuat program dan jadwal pembelajaran terpadu

V

V

V

V

e. Pengembangan dan implementasi CTL

V

V

V

V

3.      Pengembangan strategi penilaian

a. Membuat standar penilaian

b. Membuat format administrasi penilaian

V

V

V

V

c. Membuat software penilaian

V

d. Pengadaan alat pengolahan nilai

V

V

e. Melaksanakan pelaporan penialaian harian kepada siswa dan orang tua

V

V

V

V

f. Membuat standar nilai ketuntasan belajar tiap mata pelajaran

V

V

V

V

g. Membuat standar ketuntasan kurikulum, program semester, dan program tahunan

V

V

V

V

4.      Pengembangan bahan, sumber pembelajaran

a. Penambahan buku referensi tentang pengembangan bahan, alat, dan media pembelajaran

V

V

V

V

b. Penyediaan ruangan penyimpanan alat dan media pembelajaran

V

V

c. Menjalin kerja sama dengan lembaga lain mengenai penggunaan Lab

V

V

V

V

d. Menjalin kerja sama dengan lembaga lain, seperti Musium, Tahura

V

V

V

V

e. Membuat bank soal tiap mata pelajaran

V

V

V

V

f. Menjalin kerja sama dengan lembaga lain, dalam penggunaan sarana olah raga

V

V

V

V

IV.  PENINGKATAN / PENGEMBANGAN FASILTAS PENDIDIKAN :

1.      Peningkatan dan pengembangan media pembelajaran

a. Penyediaan CD pembelajaran

V

V

V

V

b. Membuat CD interaktif pembelajaran

V

V

c. Membuat analisis kebutuhan media pembelajaran tiap mapel

V

V

V

V

2.      Pengembangan sarana pendidikan

a. Membuat ruang Multimedia setiap mata pelajaran

V

V

V

b. Membuat dan menambah Lab Komputer, Lab. IPA, Lab. Bahasa ( Analisis kebutuhan ruang terlampir)

V

V

V

V

c. Membuat taman Hidroponik

V

d. Penyediaan Multimedia, komputer, internet, TV di setiap kelas ( Analisis kebutuhan ruang terlampir)

V

V

V

V

e. Menambah ruang kelas dan ruang pembelajaran lainnya. ( Analisis kebutuhan ruang terlampir)

2

2

3

3

3.      Pengembangan prasarana pendidikan

a. Membuat software pembelajaran

V

V

V

b. Membuat software adiministrasi pembelajaran(SAS)

V

V

c. Membuat software adiministrasi Umum (SIM)

V

V

d. SMS Interaktif tentang perkembangan siswa

V

4.      Penciptaan lingkungan belajar yang kondusif

a. Pemeliharaan Gedung, bangunan, dan pagar

V

V

V

V

b. Renovasi ruang kelas yang rusak

V

V

V

V

c. Membuat taman sekolah dan jalur hijau

V

V

d. Peningkatan kebersihan dan keasrian sekolah

V

V

V

V

e. Membuat rambu-rambu pengingat

V

V

f. Perbanyakan tempat sampah

V

V

V

V

g. Membuat program pengelolaan sampah

V

V

V

h. Perbaikan kantin sekolah

V

V

i. Membuat inisial sekolah di gerbang dan muka jalan raya

V

j. Membuat papan informasi

V

V

5.      Pengembangan Income Generating Activities

a. Pengembangan OSIS

V

V

V

V

b. Pengefektifan kegiatan ekstrakurikuler

V

V

V

V

c. Peningkatan prestasi kegiatan ekstrakurikuler

V

V

V

V

d. Bench making kegiatan ekstrakurikuler

V

V

V

e. Membuat majalah dinding

V

V

V

V

f. Membuat majalah sekolah

V

V

V

V

g. Membuat brosur, info, kegiatan sekolah

V

V

V

h. analisis dan penelusuran bakat dan prestasi

V

V

V

i. Penyaluran bakat dan prestasi

V

V

V

j. Mengadakan dan mengikutsertakan dalam berbagai lomba tentang hal akademik dan non akademik

V

V

V

V

V.  PENINGKATAN STANDAR KELULUSAN:

1.      Pengembangan standar pencapaian ketuntasan kompetensi

V

V

a. Membuat standar ketuntasan belajar minimal tiap mapel

V

V

V

b. Efektivitas jadwal pembelajaran dan kalender pendidikan

V

V

V

V

c. Membuat program pembiasaan terpadu

V

V

V

V

d. Efektivitas Bimbingan dan Konseling

V

V

V

V

e. Pemberdayaan Wali Kelas

V

V

V

V

f. Pemberdayaan orang tua siswa

V

V

V

V

g. Pemberdayaan lingkungan masyarakat sekitar

V

V

V

V

2.      Peningkatan standar kelulusan tiap tahunnya

a. Pengayaan dan pemantapan kelas IX

V

V

V

V

b. Informasi dan dtandar kelulusan kepada seluruh siswa

V

V

V

V

c. Membagikan standar kelulusan tiap mata pelajaran

V

V

V

V

d. Mengadakan Try out Ujian Nasional I

V

V

V

V

e. Mengadakan Try out Ujian Nasional II

V

V

V

V

f. Mengadakan Try out Ujian Nasional III

V

V

V

V

g. Mengadakan Pr- Ujian nasional I

V

V

V

V

h. Mengadakan Pr- Ujian nasional II

V

V

V

V

3.      Pengembangan kejuaraan lomba-lomba akademik dan non akademik

a. Pengembangan Sains Club

V

V

V

V

b. Pengembangan English 13 Club

V

V

V

V

c. Pengembangan pembelajaran portofolio

V

V

V

V

d. Pengembangan pembelajaran PTD

V

V

V

V

e. Mengikutsertakan berbagai lomba akademik dan non akademik

V

V

V

V

VI. PENINGKATAN MUTU KELEMBAGAAN DAN MANAJEMEN:

1.      Pengembangan dan melengkapi administrasi sekolah (yang bersaifat wajib dan tidak wajib, lihat PP no 19 th 2005)

a. Mengefektifkan kegiatan tertib administrasi

V

V

V

V

b. Penyelesaian administrasi tepat waktu (buku induk, agenda harian, SPJ)

V

V

V

V

c. Membuat program sekolah

V

V

V

V

d. Membuat SK pembagian tugas

V

V

V

V

e. Membuat dan mendistribusikan kalender pendidikan

V

V

V

V

f. Membuat tata tertib guru dan siswa

V

g. Membuat struktur organisasi

V

h. Membuat kode etik warga

V

V

i. Membat APBS

V

V

V

V

2.      Implementasi MBS

a. Penyusunan program sekolah bersama dengan Komite Sekolah

V

V

V

V

b. Menyusun RAPBS bersama dengan Komite Sekolah

V

V

V

V

c. Menyusun jadwal kegiatan

V

V

V

V

3.      Melaksanakan monitoring dan evaluasi oleh sekolah tentang kinerja sekolah

a. Membuat jadwal pelaksanaan monitor dan laporan

V

V

V

V

b. Melaksanakan laporan bulanan, triwulan, semester dan tahunan

V

V

V

V

c. Evaluasi diri Kinerja sekolah

V

V

V

V

d. Bersama-sama dengan Komite Sekolah mengadakan evaluasi internal

V

V

V

V

4.      Melaksanakan supervisi klinis oleh kepala sekolah

a. Membuat program supervisi

V

V

V

V

b. Membuat jadwal Supervisi

V

V

V

V

c. Melaksanakan supervisi

V

V

V

V

d. Menindaklanjuti hasil supervisi

V

V

V

V

5.      Pengembangan sekolah menuju ketercapaian SPM

a. Membuat instrumen monitoring tiap sektor

V

V

V

V

b. Membuat program monitoring

V

V

V

V

c. Membuat jadwal monitoring dan evaluasi

V

V

V

V

d. Analisis hasil monitoring dan evaluasi

V

V

V

V

e. Menindaklanjuti hasil analisis dan monitoring

V

V

V

V

f. Analisis kebutuhan atas kekurangan hasil monitoring

V

V

V

V

g. Monsultasi dengan Komite Sekolah atas ketercapaian SPM

V

V

V

V

6.    Penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah untuk merealisasikan 4 tugasnya)

a. Memusyawarahkan dengan Komite Sekolah tentang peran: a. Advesary agency; b. Suporting agency; c. Controlling agency; d. Mediator antara eksekutif DPRD dengan masyarakat

V

V

V

V

b. Merumuskan program sekolah bersama dengan Komite Sekolah

V

V

V

V

c. Merumuskan APBS bersama dengan Komite Sekolah

V

V

V

V

d. Menganalisis kesenjangan antara usulan dan dukungan komite sekolah dengan keberdayaan sekolah untuk mengakomodasikan dalam program

V

V

V

V

e. Merumuskan bersama komite sekolah tentang instrumen kontroling yang dilaksanakannya

V

V

V

V

f. Meningkatkan peran mediator dengan bekerja bersama-sama dalam meningkatkan hubungan sekolah dengan eksekutif dan masyarakat

V

V

V

V

7.      Membuat jaringan informasi akademik di internal sekolah (SIM)

a. Membuat software SIM

V

V

b. Mengisikan data-data sekolah yang harus diketahui masyarakat

V

V

V

c. Membuat jaring internet

V

V

d. Mengelola data dan operasional internet

V

V

V

V

e. Menginformasikan program-program dan keberadaan keuangan

V

V

V

f. Menampung saran-saran masyarakat dan menindaklanjutinya

V

V

V

V

8.      Membuat jaringan kerja secara vertikal dan horisontal

a. Membuat program jaring kerja vertikal dan horizontal

V

V

V

b. Mengadakan kerja sama dengan birokrat (struktural) secara vertikal dengan memberikan laporan secara berkala

V

V

V

V

c. Mengadakan jaring kerja secara horizontal dengan cara berkunjung, saling memberi informasi persekolahan, pengelolaan MBS

V

V

V

V

d. Membuat sub unit kerja untuk membangun jaringan kerja dengan dunia usaha, dunia industri, lembaga sosial , LSM, lingkungan masyarakat, untuk menampung partisipasi masyarakat atas tanggung jawab memajukan pendidikan

V

V

V

V

e. Mengevaluasi program jaringan kerja secara vertikal dan horizontal

V

V

V

V

9.      Implementasi model manajemen: POAC, PDCA, dan model lain yang pada dasarnya mengembangkan aspek-aspek manajemen untuk pengembangan standar-standar pendidikan

a. Mensosialisasikan model manajemen yang diterapkan

V

V

V

V

b. Meningkatkan komitmen warga dalam mengimplementasikan model manajemen

V

V

V

V

c. Mengembangkan POAC yang berlandaskan TQM

V

V

V

V

d. Menganalisis kinerja sekolah secara periodik

V

V

V

V

e. Mengefektifkan seluruh aspek manajerial

V

V

V

V

VII.  PENGEMBANGAN STANDAR PEMBIAYAAN PENDIDIKAN:

1.      Pengembangan jalinan kerja dengan penyandang dana

a. Membuat profilk sekolah yang jelas dan akurat

V

V

b. Bekerja sama dengan komite sekolah mengadakan pertemuan dengan berbagai pihak yang peduli pendidikan

V

V

V

V

c. Mengadakan Malam Dana Pembangunan

V

V

V

d. Membentuk konsorsiun penyandang dana pembangunan sekolah

V

V

V

V

V

2.      Penggalangan dana dari berbagai sumber

a. Mengadakan bazar sekolah di tempat umum

V

V

b. Menyelenggarakan Malam Bakti Alumni SMP 13

V

V

c. Membuat Kupon Pembangunan SMP 13

V

V

V

V

3.      Penciptaan usaha-usaha

a. pemberdayaan kantin sekolah

V

V

V

V

b. Menjalin usaha dengan berbagai pihak pengusaha

V

V

V

c. Meningkatkan usaha-usaha yang telah dilaksanakan

V

V

4.      Pendayagunaan potensi sekolah dan lingkungan

a. Mengadakan analisis SWOT internal dan eksternal sekolah

V

V

b. Menjadikan sekolah wawasan wiyatamandala

V

V

V

V

c. Menhaktifkan kegiatan 6K

V

V

V

V

d. Lingkungan sebagai sumber dan media pembelajaran

V

V

V

V

e. Membuat jadwal penggunaan sarana sekolah

V

V

V

V

f. Meningkatkan peran dan fungsi perpustakaan

V

V

V

V

g. Meningkatkan peran dan fungsi Laboratorium IPA, Komputer, dan PTD

V

V

V

V

5.      Penciptaan sistem subsidi silang

a. Menyusun tim untuk mendata siswa kurang mampu dan mampu

V

V

V

V

b. Mencari Bea Siswa dan Donatur

V

V

V

V

c. Mencari dan menawarkan kepada orang tua siswa mampu menjadi Ibu/Bapak Asuh

V

V

V

V

d. Asumsi APBS 90% dan 10% untuk menanggulangi siswa yang kurang mampu

V

V

V

V

VIII. PENGEMBANGAN STANDAR PENILAIAN:

1.      Pengembangan perangkat model-model penilaian pembelajaran

a. Mengembangkan strategi penilaian Tertulis, Praktek, penugasan, pengamatan, observasi, kinerja, dan penampilam

V

V

V

V

b. Membuat pedoman penilaian pelajaran Akhlak Mulia

BSNP

c. Membuat pedoman penilaian pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

BSNP

d. Membuat pedoman penilaian pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi

BSNP

e. Membuat pedoman penilaian pelajaran estetika

BSNP

f. Membuat pedoman penilaian pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan

BSNP

2.      Implementasi model evaluasi pembelajaran: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dll

a. Membuat program penilaian

V

V

V

V

b. Melaksanakan penilaian :

1. Ulangan harian

V

V

V

V

2. Ulangan Tengah Semester

V

V

V

V

3. Ulangan Akhir Semester

V

V

V

V

4. Ulangan kenaikan kelas

V

V

V

V

b. Mendokumentasikan seluruh penilaian

V

V

V

V

c. Membuat/melaksanakan laporan pendidikan : bulanan, semester, dan kenaikan kelas

V

V

V

V

3.      Pengembangan instrumen atau perangkat soal-soal untuk berbagai model evaluasi

a. Membuat format-format :

1. Program tahunan

V

V

V

V

2. Program semester

V

V

V

V

3. Kisi-kisi soal

V

V

V

V

4. Kartu soal

V

V

V

V

5. Kunci jawaban dan kriteria penilaian

V

V

V

V

6. analisis butir soal

V

V

V

V

7. Analisis Ketuntasan Belajar

V

V

V

V

b. Membuat bank soal

V

V

V

4.      Pengembangan pedoman-pedoman evaluasi

a. Mengembangkan pedoman penilaian

V

V

V

V

b. Mengimplementasikan pedoman penilaian setiap mata pelajaran

V

V

V

V

5.      Pengembangan lomba-lomba, uji coba, dll dalam peningkatan standar nilai

a. Lomba mata pelajaran antarkelas

V

V

V

V

b. Lomba ekstrakulikuler

V

V

V

V

6.      Penerapan model-model pembelajaran bagi anak: berprestasi, bermasalah, dan kelompok anak lainnya

a. Melaksanakan pengayaan

V

V

V

V

b. Melaksanakan remedial

V

V

V

V

c. Melaksanakan pemanduan belajar

V

V

V

V

Catatan :

*) Hal yang menunggu pedoman dari SK Mentri

BSNP : Menunggu pedoman yang dikeluarkan BSNP

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:SimSun; panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; mso-font-alt:”Arial Unicode MS”; mso-font-charset:134; mso-generic-font-family:auto; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 135135232 16 0 262144 0;} @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:”\@SimSun”; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:134; mso-generic-font-family:auto; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 135135232 16 0 262144 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:SimSun; mso-font-kerning:12.0pt; mso-fareast-language:ZH-CN;} p.MsoSubtitle, li.MsoSubtitle, div.MsoSubtitle {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-link:”Subtitle Char”; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:SimSun; mso-font-kerning:12.0pt; mso-fareast-language:ZH-CN;} span.SubtitleChar {mso-style-name:”Subtitle Char”; mso-style-unhide:no; mso-style-locked:yes; mso-style-link:Subtitle; mso-ansi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-font-kerning:12.0pt; mso-fareast-language:ZH-CN;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-fareast-font-family:SimSun;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:877013034; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1137470038 -500648420 -769995506 1024908458 -483519564 802047560 -1215496628 1000871820 -1222579734 2121270008;} @list l0:level1 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:none; mso-level-text:””; mso-level-tab-stop:.25in; mso-level-number-position:left; margin-left:0in; text-indent:0in;} @list l0:level2 {mso-level-number-format:alpha-lower; mso-level-tab-stop:1.5in; mso-level-number-position:left; margin-left:1.5in; text-indent:-.25in;} @list l1 {mso-list-id:1202745942; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:2128508588 -28017854 790791384 -536717612 1490836316 1780390730 -342465634 87050180 -1479901224 181797188;} @list l1:level1 {mso-level-tab-stop:.75in; mso-level-number-position:left; margin-left:.75in; text-indent:-.25in;} @list l1:level2 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:none; mso-level-text:””; mso-level-tab-stop:.25in; mso-level-number-position:left; margin-left:0in; text-indent:0in;} @list l1:level3 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:none; mso-level-text:””; mso-level-tab-stop:.25in; mso-level-number-position:left; margin-left:0in; text-indent:0in;} @list l1:level4 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:none; mso-level-text:””; mso-level-tab-stop:.25in; mso-level-number-position:left; margin-left:0in; text-indent:0in;} @list l1:level5 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:none; mso-level-text:””; mso-level-tab-stop:.25in; mso-level-number-position:left; margin-left:0in; text-indent:0in;} @list l1:level6 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:none; mso-level-text:””; mso-level-tab-stop:.25in; mso-level-number-position:left; margin-left:0in; text-indent:0in;} @list l1:level7 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:none; mso-level-text:””; mso-level-tab-stop:.25in; mso-level-number-position:left; margin-left:0in; text-indent:0in;} @list l1:level8 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:none; mso-level-text:””; mso-level-tab-stop:.25in; mso-level-number-position:left; margin-left:0in; text-indent:0in;} @list l1:level9 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:none; mso-level-text:””; mso-level-tab-stop:.25in; mso-level-number-position:left; margin-left:0in; text-indent:0in;} ol {margin-bottom:0in;} ul {margin-bottom:0in;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”,”serif”;}

3.7.     Faktor-Faktor penentu keberhasilan

Untuk memacu perkembangan pendidikan di SMP Negeri 13 Bandung perlu diidentifikasi faktor-faktor penentu keberhasilan tersebut dengan memperhatikan analisis lingkungan berupa sumber daya dan sumber dana yang di dukung peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan serta keterlibatan masyarakat dalam mencapai Visi dan Misi SMP Negeri 13 Bandung.

Berdasarkan uraian diatas maka dapat diketahui bahwa faktor-faktor kunci keberhasilan rencana strategis SMP Negeri 13 Bandung adalah :

a. Dukungan dan political will dari pemerintah Pusat, Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, DPRD Jawa Barat dan Kota, Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat, dan Dinas Pendidikan Kota Bandung dalam melaksanakan MBS dan Kurikulum 2004

b. Dukungan BSNP dalam menyelesaikan seluruh peraturan, standar, dan pedoman yang menjadi arah dan pedoman bagi sekolah untuk menyelenggarakan SSN.

c. Teratasinya kinerja kelembagaan, keorganisasian, dan keadministrasian yang masih lemah sebagai upaya meningkatkan kulitas pendidikan dan kualitas SDM.

d. Pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi pendidikan dalam melaksanakan MBS.

e. Dukungan dan partisipasi masyarakat dan orang tua siswa untuk meningkatkan sarana prasarana pendidikan yang belum tersedia.

f. Dukungan partisipasi Komite Sekolah untuk meningkatkan peran dan fungsinya sebagai mitra sekolah dalam Suporting, Advisary, Controling, dan Mediator, sehingga sekolah dapat melaksanakan programnya secara efektif dan efisien..


IV. KERANGKA PENGUKURAN DAN EVALUASI KINERJA

Pengukuran  Kinerja digunakan untuk penilaian atas keberhasilan /kebijakan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang ditetapkan dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi SMP Negeri 13 Bandung. Pengukuran Kinerja mencakup penetapan indikator kinerja dan penetapan capaian indicator kinerja.

Selanjutnya dilakukan evaluasi kinerja dengan cara menghitung nilai capaian kinerja pelaksanaan kegiatan  / program /sasaran / kebijakan yang telah ditetapkan . Untuk menilai pertanggung jawaban pencapaian tejuan dan sasaran yang ditetapkan berdasarkan hasiki perencanan stratejik, dilakukan pula analisis pencapaian kinerja dengan menginterprestasikan lebih lanjut pengukuran kinerja yang menggambarkan keberhasilan/kegagalan Kepala

SMP Negeri 13 Kora Bandung dalam melaksanakan misinya yang meliputi:Kerangka PengukuranKinerja dan Evaluasi Kinerja.

4.1.  Kerangka Pengukuran Kinerja

4.1.1.  Ruang  Lingkup Kinerja

Kinerja yang akan diukur adalah seluruh aspek kegiatan yang ada di SMP Negeri 13 Bandung.

Kinerja keuangan yang meliputi kehematan, efesiensi, dan efektivitas. Kehematan diukur dengan membandingkan antara harga pasar dengan harga input atas pengadaan barang dan jasa. Efisiensi diukur dengan membandingkan antara input yang digunakan dengan ouput yang dihasilkan. Efektifitas diukur dengan membandingkan antara ouputyang dihasilkan dengan sasaran yang telah ditetapkan

4.1.2. Indikator Kinerja

Indikator pengukuran kinerja adalah ukuran kuantitatif dan/atau kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapain suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu indikator kinerja merupakan sesuatu yang akan dihitung dan diukur, kemudian digunakan sebagai dasar untuk menilai atau melihat tingkat kenerja.

Beberapa jenis indikator  kinerja yang digunakan dalam pelaksanaan pengukuran kinerja, yaitu :

1.  Indikator masukan (input) adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar pelasanaan kegiatan dapat berjalan untuk menghasilkan keluaran, indikator ini dapat berupa dana, sumber daya manusia, informasi, kebijakan/peraturan perundang-undangan dan sebagainya.

2.   Indikator Keluaran (Output) adalah sesuatu yang diharapkan langsung dicapai dari suatu kegiatan yang dapat berupa fisik dan / atau non fisik.

3.   Indikator hasil (Outcome) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya output kegiatan pada jangka menengah ( efek langsung).

4.   Indikator manfaat (benefit) adalah sesuatunyang terkait dengan tujuan akhir dari pelaksanaan kegiatan yang merupakan akibat dari adanya outcome.

5.   Indikator dampak (impact) adalah pengaruh yang ditimbulakan baik positif maupun negatif pada setiap tingkatan Indikator berdasarkan asumsi yang telah ditetapkan

4.1.3.  Proses Pengukuran Kinerja

Indikator kinerja, diukur oleh perbandingan antara target dengan realisasi serta persentase pencapainya. Oleh karena  waktu laporan akuntabilitas disusun setelah akhir tahun dari suatu proses periode kegiatan, maka indakor kinerja yang akan diukur secara minimal meliputi Indikator input dan ouput.

Indikator Outcome, benefit dan impact, minimal dibuat secara naratif, dan jika memungkinkan ditetapkan secara kuantitatif. Oleh karena untuk melakukan pengukuran outcome, benefit dan impact pada umumnya tidak bisa secara langsung dapat diketahui setelah kegiatan berakhir.

Pengukuran kinerja SMP Negeri 13 berasal dari capaian kinerja kegiatan masing pencapaian renstra.

4.2.  Metode Pembobotan

Untuk memudahkan penentuan bobot, berikut hal-hal yang dapat dijadikan pertimbangan:

a.   Indikator yang menunjukan output diberi lebih besar dari pada indikator yang menunjukan input, begitu juga Indikator uotcome diberi bobot yang lebih besar dibandingkan Indikator output;

b.   Indikator yang lebih erat kaitannya dengan tujuan dan sasaran diberi bobot yang lebih tinggi;

c.   Indikator yang mempunyai keterkaitan dengan kebijakan instansi yang lebih tinggi diberikan bobot lebih tinggi

d.   Indikator yang berhubungan dengan hal-hal yang menjadi tanggung jawab instansi dan dapat dikendalikan oleh intansi yang bersangkutan diberi bobot lebih tinggi. Metode pembobotan tersebut merupakan suatu upaya kearah adanya persamaan persepsi antara pihak-pihak yang berkepentingan.

4.3    Kerangka Evaluasi Kinerja

Dalam konteks laporan akuntabilitas kinerja, evaluasi yang akan dikemukakan meliputi evaluasi kinerja kegiatan, kinerja program dan kinerja kebijakan/sasaran.

4.3.1       Evaluasi Kinerja Kegiatan

Evaluasi kinerja kegiatan menunjukkan capaian kinerja kegiatan dalam suatu kurun waktu tertentu. Evaluasi kinerja kegiatan menunjukkan penilaian atas keberhasilan/kegagalan dalam pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam kerangka perencanaan strategik selanjutnya sesuai dengan atribut indikator kinerja dan capaian kinerja kegiatan yang telah ditetapkan maka evaluasi kenerja kegiatan dilakukan merujuk kepada indikator, yang telah ditetapkannya Yaitu : Input , output dan outcome setelah terlebih dahulu masing-masing indikator diberi.

4.3.2       Evaluasi Kinerja Program

Program dapat didefiniskan sebagai kumpulan kegiatan-kegiatan nyata, sistematis dan terpadu yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi pemerintah ataupun dalam rangka kerjasama dengan masyarakat untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan .Dengan demikian hasil evaluasi kegiatan setelah terlebih dahulu masing-masing kegiatan tersebut diberi bobot .

4.3.3    Evaluasi Kinerja Kebijakan /Sasaran

Evaluasi kebijakan /sasaran merupakan kumpulan dari hasil kinerja program setelah terlebih dahulu masing-masing program tersebut diberi bobot .Capaian kinerja kebijakan merupakan cerminan capaian kinerja sasaran.

4.4       Evaluasi Kinerja Kepala SMP Negeri 13

Evaluasi kinerja Kepala SMP Negeri 13 merupakan kumpulan dari kinerja kebijakan /sasaran sehingga dengan cara yang sama hasil kinerja Kepala SMP Negeri 13 adalah merupakan penjumlahan dari hasil kinerja masing-masing /sasaran setelah terlebih dahulu dilakukan pembobotan terhadap masing-masing kebijakan/sasaran tersebut.

4.5       Kesimpulan Hasil Evaluasi Kinerja

Langkah terakhir dalam proses pengukuran kinerja dan evaluasi kinerja adalah membuat simpul hasil evaluasi . Simpulan hasil evaluasi akan memberikan gambaran kepada para penerima informasi mengenai nilai kinerja SMP Negeri 13 Kota Bandung.

Kinerja SMP Negeri 13 Bandung dapat nilai dengan skala pengukuran ordinal yang dibuat sesuai dengan pertimbangan masing-masing, misalnya:

X= >85       : Baik atau sangat Baik atau Sangat Berhasil

X=71- 85    : Sedang atau Baik atau berhasil

X=56-70    : Kurang atau Sedang atau Cukup Berhasil

X=<55       : Sangat Kurang atau Kurang Baik atau Tidak Berhasil